;

Davinci - Rindu Merana




Davinci_Rindu Merana
Download

Lyric lagu Davinci Rindu Merana
Menangis aku kenang
Saat hatiku kau tinggalkan
Hanya sakit yang aku pendam
Dalam rindu yang semakin dalam
Tak tahu harus dimana ku temukan jawabnya

Kau pujaanku dimana
Ku sakit harus menunggu lama
Merana hati merana
Dalam rindu aku bertanya
Kekasih kau yang ku kenang
Jatuhkanku dalam lingkaran
Walau sakit yang aku pendam
Rindu ini tak kunjung padam
Tak tahu harus dimana ku temukan ooh
Kau pujaanku dimana
Ku sakit harus menunggu lama
Merana hati merana
Dalam rindu aku bertanya
Kau pujaanku dimana
Ku sakit harus menunggu lama
Merana hati merana
Dalam rindu aku bertanya
Merana hati merana
Dalam rindu aku bertanya
Sampai nanti selalu bertanya

Nama Anda - 18.14

Smile You Don't Cry ( Sule )

Smile You Don't Cry ( Sule )
 Download

You want to say goodbye
I want to holiday
I give you food capcay
After don’t cry
Try to look at the sky
Nothing to puyunghay
I want to you cingcay
Don’t finish i ngacay
I want you and me always together
Always together i want you and me
You dont running, me and the cry
For you, i and the sky
Nothing the wind of change, because i love you so
oh my love oh my darling
i never stop loving you baby because i love you
smile you don’t cry huuu smile you don’t cry

Nama Anda - 17.46

Siti Nurbaya


Karya       : marah rusli
Penerbit  : PN.balai pustaka
Sitti Nurbaya karya Marrah Rusli pertama kali terbit pada tahun 1922 oleh PN. Balai Pustaka.

Ibunya meninggal saat Sitti Nurbaya masih kanak-kanak, maka boleh dikatakan itulah titik awal penderitaan hidupnya. Sejak saat itu hingga dewasa dan mengerti cinta, dia hanya hidup bersama seorang saudagar kaya di Padang bernama Baginda Sulaiman. Bersebelahan dengan rumah Baginda Sulaiman, tinggal pula seorang penghulu yang sangat disegani dan dihormati penduduk di sekitarnya itu, yang bernama Sutan Mahmud Syah. Ia mempunyai putra bernama Samsulbahri, anak tunggal yang berbudi dan berprilaku baik.

Sebagaimana umumnya kehidupan bertetangga, hubungan antara keluarga Sutan Mahmud Syah dan keluarga Baginda Sulaiman, berjalan dengan baik. Begitu pula hubungan Samsulbahri dan Sitti Nurbaya. Sejak anak-anak sampai usia mereka menginjak remaja, persahabatan mereka makin erat. Apalagi, keduanya belajar di sekolah yang sama. Hubungan kedua remaja itu berkembang menjadi hubungan cinta. Perasaan tersebut baru mereka sadari ketika Samsulbahri akan berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya.

Sementara itu, Datuk Meringgih, salah seorang saudagar kaya di Padang, berusaha untuk menjatuhkan kedudukan Baginda Sulaiman. Ia menganggap Baginda Sulaiman sebagai saingannya yang harus disingkirkan, di samping rasa iri hatinya melihat harta kekayaan ayah Sitti Nurbaya itu. Ia kemudian menyuruh anak buahnya untuk membakar dan menghancurkan bangunan, toko-toko, kebun, dan semua harta kekayaan Baginda Sulaiman.

Akal busuk Datuk Meringgih berhasil. Baginda Sulaiman pun jatuh miskin. Namun, sejauh itu, ia belum menyadari bahwa sesungguhnya, kejatuhannya akibat perbuatan licik Datuk Meringgih. Oleh karena itu, tanpa prasangka apa-apa, ia meminjam uang kepada orang yang sebenarnya akan mencelakakan Baginda Sulaiman.

Bagi Datuk Meringgih kedatangan Baginda Sulaiman itu ibarat “Pucuk dicinta ulam tiba”, karena memang hal itulah yang diharapkannya. Rentenir kikir yang tamak dan licik itu, kemudian meminjamkan uang kepada Baginda Sulaiman dengan syarat harus dapat dilunasi dalam waktu tiga bulan. Pada saat yang telah ditetapkan, Datuk Meringgih pun datang menagih janji.

Malang bagi Baginda Sulaiman. Ia tak dapat melunasi utangnya. Tentu saja Datuk Meringgih tidak mau rugi. Tanpa belas kasihan, ia mengancam akan memenjarakan Baginda Sulaiman jika utangnya tidak segera dilunasi, kecuali apabila Sitti Nurbaya diserahkan untuk dijadikan istri mudanya.

Baginda Sulaiman tentu saja tidak mau putri tunggalnya menjadi korban lelaki hidung belang itu walaupun sebenarnya ia tak dapat berbuat apa-apa. Maka, ketika ia sadar bahwa dirinya tak sanggup untuk membayar utangnya, ia pasrah saja digiring polisi dan siap menjalani hukuman. Pada saat itulah, Sitti Nurbaya keluar dari kamarnya dan menyatakan bersedia menjadi istri Datuk Meringgih asalkan ayahnya tidak dipenjarakan. Suatu putusan yang kelak akan menceburkan Sitti Nurbaya pada penderitaan yang berkepanjangan.

Samsulbahri, mendengar peristiwa yang menimpa diri kekasihnya itu lewat surat Sitti Nurbaya, juga ikut prihatin. Cintanya kepada Sitti Nurbaya tidak mudah begitu saja ia lupakan. Oleh karena itu, pada suatu kesempatan liburan, ia pulang ke Padang. Ketika itu ayah Sitti Nurbaya sedang sakit keras. Syamsulbahri menyempatkan diri menengok Baginda Sulaiman. Kebetulan pula, Sitti Nurbaya pada saat yang sama sedang menjenguk ayahnya. Tanpa sengaja, keduanya pun bertemu lalu saling menceritakan pengalaman masing-masing.

Ketika mereka sedang asyik mengobrol, datanglah Datuk Meringgih. Sifat Datuk Meringgih yang culas dan selalu berprasangka itu, tentu saja menyangka kedua orang itu telah melakukan perbuatan yang tidak pantas. Samsulbahri yang merasa tidak melakukan hal yang tidak patut, berusaha membela diri dari tuduhan keji itu. Namun Datuk meringgih malah melontarkan kata-kata kotor yg sangat menyinggung perasaan. Aamarah Saymsulbahri tak tertahankan lagi. Pertengkaran pun tak dapat dihindarkan. Sitti Nurbaya berteriak-teriak agar mereka menghentikan perkelahian. Teriakan Sitti Nurbaya terdengar oleh Baginda Sulaiman yg sedang berbaring di tempat tidur dan berusaha datang ke tempat kejadian. Namun, karena kondisinya yang kurang sehat, ia jatuh tersungkur dari tangga dan menghembuskan nafasnya yg penghabisan.

Ternyata ekor perkelahian itu tak hanya sampai di situ. Ayah Samsulbahri yang merasa malu atas tuduhan yang ditimpakan kepada anaknya, kemudian mengusir Samsulbahri. Pemuda itu terpaksa kembali ke Jakarta. Sementara Sitti Nurbaya, sejak ayahnya meninggal merasa dirinya telah bebas dan tidak perlu lagi tunduk dan patuh kepada Datuk Meringgih. Sejak saat itu ia tinggal menumpang bersama salah seorang familinya yang bernama Aminah.

Sekali waktu, Sitti Nurbaya bermaksud menyusul kekasihnya ke Jakarta. Namun, akibat tipu muslihat dan akal licik Datuk Meringgih yang menuduhnya telah mencuri harta perhiasan bekas suaminya itu, Sitti Nurbaya terpaksa kembali ke Padang. Oleh karena Sitti Nurbaya tidak bersalah, akhirnya ia bebas dari tuduhan. Namun, Datuk Meringgih masih juga belum puas. Ia kemudian menyuruh anak buahnya untuk meracun Sitti Nurbaya. Kali ini, perbuatannya berhasil. Sitti Nurbaya meninggal karena keracunan.

Rupanya, berita kematian Sitti Nurbaya membuat sedih ibu Samsulbahri. Ia kemudian jatuh sakit, dan tidak berapa lama kemudian meninggal dunia.

Berita kematian Sitti Nurbaya dan ibu Samsulbahri, sampai juga ke Jakarta. Samsulbahri yang merasa amat berduka, dan mencoba bunuh diri. Tetapi berkali-kali gagal. Ketika gantung diri di palang kayu di rumahnya, ternyata patah. Mencebur di sungai, eh ternyata sungainya dangkal. Di samping itu, lain lagi berita yang sampai ke Padang. Di kota ini, Samsulbahri malah dikabarkan telah meninggal dunia.

Karena niatnya untuk bunuh diri selalu gagal, ia pun mendaftar menjadi serdadu kompeni, dengan niat supaya mati di medan perang dan didorong oleh rasa frustasinya mendengar orang-orang yang dicintainya telah meninggal. Sepuluh tahun berlalu, ia sudah menyandang pangkat letnan yang lebih dikenal dengan nama Letnan Mas. Suatu hari, ia mendapat tugas harus memimpin pasukannya memadamkan pemberontakan yang terjadi di Padang. Ia pun bimbang. Bagaimanapun, ia tak dapat begitu saja melupakan tanah leluhurnya itu. Ternyata pemberontakan yang terjadi di Padang itu didalangi oleh Datuk Meringgih.

Dalam pertempuran melawan pemberontak itu, Letnan Mas mendapat perlawanan cukup sengit. Namun, akhirnya ia berhasil menumpasnya, termasuk juga menembak Datuk Meringgih, hingga dalang pemberontak itu tewas. Namun, Letnan Mas luka parah terkena sabetan pedang Datuk Meringgih.

Rupanya, kepala Letnan Mas yang terluka itu, cukup parah. Ia terpaksa dirawat di rumah
sakit. Pada saat itulah timbul keinginan Letnan Mas untuk berjumpa dengan ayahnya. Ternyata, pertemuan yang mengharukan antara “Si anak yang hilang” dan ayahnya itu merupakan pertemuan terakhir sekaligus akhir hayat kedua orang itu. Oleh karena setelah Letnan Mas menyatakan bahwa ia adalah Samsulbahri, ia menghembuskan napas di depan ayahnya sendiri. Adapun Sutan Mahmud Syah, begitu tahu bahwa Samsulbahri yang dikiranya telah meninggal beberapa tahun lamanya tiba-tiba kini tergolek kaku menjadi mayat akhirnya pun meninggal dunia pada keesokan harinya.

Nama Anda - 01.14

ANAK DAN KEMENAKAN



Karya:marah rusli
Penerbit: PN.balai pustaka
Warna sampul: abu-abu dan ada orang berkelahi
Mr. Moh. Yatim, yang bergelar Mr. Datuk Sutan Bahar Syah, akan diperjodohkan dengan Puti Bidasari oleh Sutan Alam Syah; tapi ditolah oleh kedua orang tua Bidasari, Sutan Baheramsyah dan Renosari..
Moh. Yatim yang baru kembali dari studi di Eropa dan mendapat gelar Mr. itu tidak dikehendaki sebagai mantu oleh kedua orang tua Bidasari dengan alas an, karena Moh. Yatim bukan anak kandung Alam Syah; tapi kononnya, anak seorang tukang pedati rendahan yang dianak-anak oleh Sutan Alam Syah; dan kedua orang tua Bidasari hanya mau bermenantukan seorang yang bangsawan, sebagaimana bangsawannya mereka. Bidasari pun kembali dibawa pulang oleh kedua orang tuanya, setelah selama 14 tahun diasuh Sutan Alam Syah sebagai mamaknya; dan semua ini terjadi juga karena hasutan Baginda mais, saudagar kaya raya yang karena kepentingannya sendiri menghendaki Moh. Yatim sebagai menantunya.
Segala upaya dijalankan oleh Baginda Mais demi kelangsungan apa yang dikehendakinya, dengan kekuasaan uangnya; dan guna-guna digunkannya, siasat disiasatkannya dan hasutan dihasutkannya, asal cita-citanya terlaksana dan buat Bidasari disiapkan Sutan Malik, kemenakan Sutan Pamean; dan Sutan Pamean seorang jemputan yang tukang kawin, ini ternyatalah nanti bahwa ia sebenarnya ayah kandung Moh. Yatim- yang saking sering kawin, tak diketahui lagi siapa saja isteri dan siapa saj anaknya.
Sutan Malik di suatu perayaan Hari Raya 1 Syawal, beradu mercon dengan seorang tetangganya dan kalah. Saking panas hati dan malunya, dengan keji dibakarnya rumah tetangganya tersebut; dan perbuatan rahasianya itu diketahui oleh Sutan Pamean, mamaknya sendiri, oleh Gempa Alam, sahabat dan gurunya, dan oleh Marah Udin yang anak Sutan Pamean.
Marah Udin yang sering mendapat perlakuan keji dari Sutan Malik yang saudara sepupunya itu, esoknya kena tangan jahatnya Sutan Malik lagi hingga terjatuh; dan secara kebetulan ketika itu, Moh. Yatim sedang melewati tempat kejadian itu; dan dibawanya Marah Udin ke rumah seorang kawannya, dokter Aziz, untuk dirawat agar baik kembali dirumah sakit; tapi Sutan Pamean yang khawatir rahasia Sutan Malik ketahuan orang, atas saran Gema Alam, kemudian mengguna-gunai Marah Udin dengan tinggam- sejejnis bisul besar yang dikirim dari jauh lewat mantra-mantra seorang dukun. Marah Udin yang akibat ditinggam itu, akhirnya meninggal dunia; dan sebelum ajalnya sampai, Marah Udin sempat membocorkan rahasia kekejian Sutan Malik yang telah membakar rumah tetangganya tersebut kepada dokter Aziz; dan dokter Aziz, dengan disaksikan Saleh, cepat menuliskan rahasia tersebut-yang kelak akan digunakannya buat menghalangi perjodohan Sutan Malik dengan Bidasari dan perjodohan Moh. Yatim dengan Siti Nurmala.
Siti Nurmala yang sejak pertama adalah kekasih dokter Aziz, akhirnya kembali ke pelukan dokter Aziz; dan tinggallah Moh. Yatim yang masih belum jelas asal-usul keturunannya, kembali sendiri.
Suatu hari datanglah seorang bangsawan Indarapura Sutan Ali Akbar ke Padang untuk mencari seorang saudagar Sutan Ali Rasyid; dan secara kebetulan ia menumpang di rumah Sutan Alam Syah, hop-jaksa Padang. Rahasia asal-usul Moh. Yatim akhirnya diselidiki, lewat perantaraan cincin zamrud dan cerita Malin Batuah; dan ternyata bahwa sebenarnya Moh. Yatim itu adalah anak kandung Sutan Pamean yang terlantarkan dan kemudian dipungut seorang berketurunan rendah; dan sebelum itu juga, karean suatu pengamukan, dan telah diketahui bahwa sebenarnya Siti Nurmala itu adlah putrid kandung Sutan Pamean.
Akibat dari melantur-lanturkan hawa nafsunya kawin sana kawin sini, Sutan Pamean, akhirnya menginsafi semua tingkah lakunya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi tetapi keinsafan Sutan Pamean itu mengakibatkan Umi, saudara perempuannya sendiri, dan Sutan Malik kemenakannya itu, menjadi tak pernah digubrisnya lagi; dan Sutan Malik yang mendemdam akhirnya dengan keji membnunuh mamaknya itu dengan racun.
Akhir cerita, Moh. Yatim pun kawinlah dengan Bidasari setelah mendapat restu Sutan Baheramsyah dan Renosari, karena rintangan bangsawannya telah tiada-kedua mempelai itu keturunan bangsawan juga. Perhelatan kawin Moh. Yatim dan Bidasari dilangsungkan di Rumah Bola, Gedung Pertemuan Umum; dan bukan di rumah adat dan gedang, sebagaimana biasanya perhelatan kawin kaum bangsawan; dan seminggu kemudian mereka berlayar ke Jakarta

Nama Anda - 01.12

Sejarah Sepak Bola


Asal muasal sejarah munculnya olahraga sepak bola masih mengundang perdebatan. Beberapa dokumen menjelaskan bahwa sepak bola lahir sejak masa Romawi, sebagian lagi menjelaskan sepak bola berasal dari tiongkok. FIFA sebagai badan sepak bola dunia secara resmi menyatakan bahwa sepak bola lahir dari daratan Cina yaitu berawal dari permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan ke-3 SM. Olah raga ini saat itu dikenal dengan sebutan “tsu chu “.
Dalam salah satu dokumen militer menyebutkan, pada tahun 206 SM, pada masa pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, masyarakat Cina telah memainkan bola yang disebut tsu chu. Tsu sendiri artinya “menerjang bola dengan kaki”. sedangkan chu, berarti “bola dari kulit dan ada isinya”. Permainan bola saat itu menggunakan bola yang terbuat dari kulit binatang, dengan aturan menendang dan menggiring dan memasukkanya ke sebuah jaring yang dibentangkan diantara dua tiang.
Versi sejarah kuno tentang sepak bola yang lain datangnya dari negeri Jepang, sejak abad ke-8, masyarakat disana telah mengenal permainan bola. Masyarakat disana menyebutnya dengan: Kemari. Sedangkan bola yang dipergunakan adalah kulit kijang namun ditengahnya sudah lubang dan berisi udara.
Menurut Bill Muray, salah seorang sejarahwan sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, permainan sepak bola sudah dikenal sejak awal Masehi. Pada saat itu, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal teknik membawa dan menendang bola yang terbuat dari buntalan kain linen.
Sisi sejarah yang lain adalah di Yunani Purba juga mengenal sebuah permainan yang disebut episcuro, tidak lain adalah permainan menggunakan bola. Bukti sejarah ini tergambar pada relief-relief museum yang melukiskan anak muda memegang bola dan memainkannya dengan pahanya.
Sejarah sepak bola modern dan telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak, asal muasalnya dari Inggris, yang dimainkan pada pertengahan abad ke-19 pada sekolah-sekolah. Tahun 1857 beridiri klub sepak bola pertama di dunia, yaitu: Sheffield Football Club. Klub ini adalah asosiasi sekolah yang menekuni permainan sepak bola.
Pada tahun 1863, berdiri asosiasi sepak bola Inggris, yang bernama Football Association (FA). Badan ini yang mengeluarkan peraturan permainan sepak bola, sehingga sepak bola menjadi lebih teratur, terorganisir, dan enak untuk dinikmati penonton.
Selanjutnya tahun 1886 terbentuk lagi badan yang mengeluarkan peraturan sepak bola modern se dunia, yaitu: International Football Association Board (IFAB). IFAB dibentuk oleh FA Inggris dengan Scottish Football Association, Football Association of Wales, dan Irish Football Association di Manchester, Inggris.
Sejarah sepak bola semakin teruji hingga saat ini IFAB merupakan badan yang mengeluarkan berbagai peraturan pada permainan sepak bola, baik tentang teknik permainan, syarat dan tugas wasit, bahkan sampai transfer perpindahan pemain.

Nama Anda - 23.03

Sejarah Rice Cooker

Rice cooker atau alat pemasak nasi punya sejarah sendiri. Sekarang, rice cooker sudah menjadi seperti peralatan yang wajib tersedia di setiap dapur warga yang tinggal di negara bermakanan pokok nasi. Di Indonesia, restoran-restoran juga sudah menjadikan rice cooker sebagai perabot yang harus tersedia. Dengan perabotan ini, masyarakat bisa dengan mudah dan praktis memasak nasi.
Di tahun 1990-an rice cooker benar-benar berfungsi hanya untuk memasak nasi. Alat ini tidak bisa digunakan sebagai alat penyimpan atau penghangat makanan tersebut. Namun kemudian alat ini dimodifikasi dan terus dikembangkan. Akhirnya, rice cooker berubah sebutan menjadi magic jar, lalu jadi magic com, seiring dengan penambahan fungsi perabotan tersebut.
Proses kerja rice cooker, ternyata sudah dikenal sejak awal abad ke-20. Pada tahun 1937, tentara Jepang mulai menjalankan prinsip kerja perangkat menanak nasi bertenaga listrik. Alat ini terdiri dari wadah kayu tahan bocor dan lempeng logam pemanas bertenaga listrik. Lempeng logam ini tugasnya memanaskan wadah kayu yang sudah diisi beras dan air di dalamnya.
Wadah kayu yang terus dipanaskan dengan logam pemanas, kemudian menjadikan beras di dalamnya masak. Saat itu, proses untuk mengubah beras menjadi nasi masih sangat lama karena wadah kayu yang digunakan belum dilengkapi penutup. Akibatnya, uap panas yang dihasilkan dari air mendidih di dalam wadah terbuang percuma ke udara bebas.
Untuk menyingkat waktu, kemudian perangkat ini dilengkapi dengan tutup, sehingga uap panas bisa dimaksimalkan fungsinya di dalam wadah untuk menjadikan beras lebih cepat masak jadi nasi. Hasil dari penyempurnaan ini kemudian memunculkan ide Mitsubishi memproduksinya secara massal. Pada tahun 1945, perusahaan tersebut untuk pertama kalinya memproduksi dan memperdagangkan rice cooker.
Jika tentara Jepang membuat rice cooker dengan wadah kayu, Mistubishi melengkapi perabotan ini dengan wadah aluminium. Dengan demikian, hantaran panas di dalam wadah bekerja lebih maksimal. Dampaknya, nasi di dalam wadah menjadi cepat sekali masak. Ditambah lagi, uap air yang terjebak di dalamnya akibat tertutup rapat, ikut menghasilkan panas yang mempercepat proses menanak nasi.
Inovasi ini ternyata belum menjadi titik akhir bagi rice cooker. Pada tahun 1956, Toshiba menyempurnakan perabot ini secara signifikan. Saat itu, Toshima membuat produk membuat rice cooker yang secara otomatis berhenti bekerja begitu nasi yang dalamnya sudah masak. Inovasi ini menjadikan rice cooker bekerja lebih aman dibanding sebelumnya.
Toshiba meraih sukses besar dengan inovasinya. Dalam satu bulan, rata-rata 200 ribu rice cooker terserap pasar dalam negeri. Empat tahun setelah produk Toshiba ini diluncurkan, sekitar 50 persen warga Jepang melengkapi dapurnya dengan rice cooker.
Seiring perkembangan waktu, alat ini kemudian menembus pasar dunia dan dilengkapi fungsinya. Alat yang semula hanya bisa memasak nasi, kemudian dilengkapi dengan fungsi menghangatkan nasi, juga menghangatkan sayur-mayur. Namun demikian, sumber tenaga yang digunakannya tetap listrik

Nama Anda - 17.05