10. Minah, Tasikmalaya (120 tahun)Petugas
sensus mendapati tiga perempuan berusia 100 tahun lebih di Desa
Cogreg, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar).
Salah satunya adalah Minah yang telah berusia 120 tahun. Salah seorang
tokoh masyarakat setempat, Abdul Hadi (61), membenarkan bahwa Minah
berusia 120 tahun merupakan wanita tertua di daerahnya. Berdasarkan
keterangan keluarga ketiga nenek tersebut dan tokoh masyarakat lainnya,
usia memang lebih dari seabad. ''Pengakuan dari keluarganya juga seperti
itu, usianya sudah 120 tahun,'' tegasnya.
Anak pertama Minah,
Sukaesih (80), mengemukakan bahwa Minah berdasarkan catatan keluarganya
dilahirkan sebelum tahun 1900, dan pernah mengalami masa penjajahan
Belanda, Jepang hingga proklamasi kemerdekaan. ''Catatan resminya saya
tidak punya, namun setahu saya emak dilahirkan sebelum tahun 1900,''
ungkap Sukaesih yang sudah memiliki buyut.
9. Marwah, Sumenep (121 tahun)Badan
Pusat Statistik Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menemukan tiga warga di
kabupaten itu berusia lebih dari 100 tahun. Mereka adalah Rafiudin, 105
tahun dan Diyah, 106 tahun, warga Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, dan
yang tertua yaitu Marwah, 121 tahun, warga Desa Gunggung Kecamatan
Batuan. Namun pada sumber yang lain dikatakan bahwa usia Rafiudin dari
Sumenep adalah 127 tahun, 6 tahun lebih tua dari Marwah.
8. Hajah Riah, Tangerang (122 tahun)Di
rumah sederhana yang terbuat dari bilik bambu inilah, Hajah Riah 122
tahun, warga kampung Sarakan RT 01/04 Desa Suaksari Kecamatan Rajeg
Kabupaten Tangerang tinggal. Wanita berusia lebih dari seratus tahun
tersebut, di temukan petugas sensus setempat.
Dari data sensus
setempat, ibu tua ini memiliki 14 orang anak, namun sebagian diantaranya
sudah meninggal. Dan saat ini hanya terdapat lima orang anak, dengan
kondisi yang sudah sama tua. Hajah Riah terlihat masih sehat, meski
harus ditopang dengan tongkat jika hendak berjalan. Dalam kesehariannya,
nenek yang mempunyai 25 cucu dan 10 cicit tersebut, hanya beraktifitas
dirumah. Hajah Riah yang tak bisa berbahasa Indonesia ini hanya
terbata-bata saat wartawan hendak meminta keterangan dari kehidupannya
selama ini. Ia hanya sesekali mengucapkan kalau dirinya mempunyai banyak
anak.
7. Rafiudin, Sumenep (127 tahun)Surabaya
- Seorang warga Dusun Brekas, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru,
Kabupaten Sumenep, Madura tergolong manusia tertua. Pria bernama Moh
Rapiuddin telah berusia 127 tahun. Hal ini terungkap saat petugas Sensus
Penduduk 2010 yang melakukan pencacatan ke rumahnya. Rapiuddin masih
terlihat sehat dan tetap melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti
membuat anyaman bambu pesanan para tetangga.
Sementara petugas sensus
penduduk setempat, Moh Anwar membenarkan jika umur Rapiuddin itu telah
mencapai 127 tahun. "Satu-satunya warga yang paling tua baru ditemukan 1
orang," kata Anwar kepada wartawan di lokasi.
Sumber lain
menyebutkan, Rapiuddin memang agak lambat menikah karena sejak remaja
dia suka berkeliling kemana-mana dan sempat lama di sebuah pesantren di
Kota Sumenep.
6. Fatimah binti Yakob, Aceh (127 tahun)Seorang
nenek bernama Fatimah Binti Takob diketahui menjadi nenek tertua di
Aceh. Nenek berusia 127 tahun itu kini bermukim di Desa Krueng Lingka
Barat, Kecamatan Baktia, Aceh Utara. Fatimah Binti Yakob diperkirakan
lahir tahun 1883, dengan lima anak. Bahkan, anak pertamanya kini berusia
108 tahun, anak kedua Aisyah 104 tahun, anak ketiga Muhammad 98 tahun
(meninggal dunia), anak ke empat Asiah berumur 87 tahun dan terakhir
Rafasah 56
tahun.
“Masyarakat
tiga desa di kawasan ini mengakui bahwa Fatimah sudah berumur lebih
dari 127 tahun bahkan bisa jadi telah 132 tahun dan ini diperoleh
keterangan dari BPS Aceh Utara," kata Kepala BPS Aceh Utara Husnul.
5. Mak Encuh, Bandung (130 tahun)Petugas
sensus penduduk di Kel. Wates, Kec. Bandung Kidul, menemukan dan
mencatat seorang warga berusia 130 tahun atas nama Encuh, yang tinggal
di sebuah rumah di Jln. M. Toha, Gg. Lasmi RT 02/RW 01. Bisa jadi Encuh
merupakan orang tertua yang hidup di Bandung.
Di usianya itu, Encuh
tidak memiliki anak meski mengaku telah menikah dua kali. Di rumahnya
yang sederhana, ia hanya ditemani anak angkatnya, Ruika (68). Kondisi
Encuh sendiri cukup sehat, masih berbicara dengan lancar dan mendengar
dengan jelas. Ia bahkan tidak pernah mengidap penyakit parah. Penyakit
rematik yang umumnya dialami oleh lansia pun tidak pernah dirasakannya.
Hanya saja, kini Mak Encuh memiliki kekurangan dalam penglihatan.
4. Nek Camat, Aceh (132 tahun)Petugas
sensus penduduk (SP) Aceh Timur menyebutkan, Tgk Ismail Daud Alias Nek
Camat warga Desa lhok Meureu Kecamatan Darul Ikhsan menjadi orang tertua
di Aceh Timur. Disebutkan, hingga saat ini terhitung usia Nek Camat 132
tahun.“Kami ketahui setelah petugas di Kecamatan Darul Ikhsan, Abdul
Manaf Hanafiah melaporkan bahwa di Desa Lhok Meureu ada warga yang telah
berumur 132 tahun.
Selanjutnya saya langsung terjun ke rumah yang
bersangkutan untuk melakukan pengecekan kebenaran laporan petugas
lapangan dan dari beberapa saksi bahwa Nek Camat adalah orang tertua di
Aceh Timur," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Timur, Munir
Ilyas, SE.
Menurut Munir, kegiatan Sensus Penduduk (SP) 2010 ini
selain mencatat jumlah penduduk juga dapat menemukan hal-hal yang unik,
seperti penemuan orang tertua atau lainnya. Dari pengakuan Tgk Ismail
Daud, dia dilahirkan sekitar tahun 1878.
Hal ini dibuktikan oleh
beberapa orang tua dikampung tersebut, juga dari pengakuan salah seorang
anaknya di Aceh Singkil, Abdul Wahab (82), mantan Angkatan Laut, yang
telah dihubunginya via hand phone.
3. Karnita, Bekasi (140 tahun)Syamsudin,
petugas BPS Kabupaten Bekasi itu mengatakan, lelaki itu ditemukan dalam
sensus 2010 ini. Dia bernama Karnita. Dia tinggal bersama lima cucu dan
tujuh cicitnya di RT 1/4, Segara Jaya, Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi.
"Pada pencacahan Kamis (13/5), kami menemuinya dan mendatanya," ujar
Syamsudin. Kendati belum memiliki KTP, kebenaran dari pengakuan Karnita
bisa dibuktikan. Karnita masih ingat peristiwa yang dialami saat
penjajahan Jepang maupun Belanda.
"Saya juga menanyakan kepada
keluarga perihal pernikahan Karnita. Dia telah 13 kali memiliki istri,"
katanya. Karnita merupakan lelaki keturunan Cirebon yang sebelumnya
selalu berpindah-pindah tempat dan akhirnya menetap di Desa Segara Jaya,
Kabupaten Bekasi.
Salah seorang cucu Karnita, Warni (45), membenarkan usia kakeknya telah menginjak 140 tahun.
2. Saparman Sodimejo, Sragen (142 tahun)Saparman
Sodimejo, warga Dukuh Segeran RT 18, Desa Cemeng, Kecamatan
Sambungmacan, Sragen merupakan manusia tertua di wilayah Bumi Sukowati.
Hal ini diketahui setelah dilakukan sensus penduduk 2010. Dengan langkah
membungkuk, Saparman Sodimejo, kakek berusia 142 tahun masih kuat
mencangkul, kendati tubuhnya tak kuat untuk berjalan tegap. Bahkan
pendengarannya sedikit terganggu sehingga menjadi hambatan bagi warga
yang ingin berkomunikasi dengannya.
“Terpaksa harus berbicara keras
saat bertanya atau berkomunikasi dengan simbah. Kendati sudah usia
lanjut, simbah suka minum es teh dan makannya kuat,” ujar Suwarni, 35,
cucu menantunya ditemui Espos di kediamannya, Kamis (20/5).
1. Ambu Unah, Pandeglang (143 tahun)Ditengah-tengah
pelaksanaan Sensus Penduduk, Tim dari Badan Pusat Statistik (BPS)
Kabupaten Pandeglang, menemukan warga usia tertua yaitu Askah binti
Singga (101 tahun) di Desa Sindang Laut, Kecamatan Carita dan Maemunah
(143 tahun) di Kampung Jaha Girang Rt 15/06 Desa Kadu Dodol, Kecamatan
Cimanuk.

Nenek
Maemunah yang biasa akrab dipanggil Ambu Unah, berdasarkan data sensus
yang dikirimkan ke Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang,
diduga lahir tahun 1867 silam. Oleh karena itu melalui Tim Koordinator
Probing Pendalaman dan Pengkajian Data penduduk, BPS Kabupaten
Pandeglang melakukan survey langsung ke lapangan guna mengetahui
ke-validan data tersebut. “Hasil yang kami terima dari petugas
dilapangan, ditemukan ada warga yang usianya mencapai ratusan tahun, dan
kami perlu mendalami dan mengkaji data itu,” kata Budiman, BST selaku
Koordinator Tim.
Sungguh sangat luar biasa, di seusia yang ratusan
tahun ini, Ambu Unah masih dapat beraktifitas seperti layaknya orang
usia 50-60 tahunan. Bahkan, ia masih senang jajan dan jalan-jalan keluar
rumah, bermodalkan tongkat bambunya.
